HARU BIRU KEKASIH YANG MERINDU

Monday, April 9, 2007

sang violet

suatu hari sekuntum bunga violet berkata "ibu bumi mengapa kau ciptakan ku begini, merambat, merayap. dan lihatlah aku, bisaku hanya menciumi tanah kesabaranMu. sementara sang mawar kau buat tegak berdiri menciumi langit-langit keindahanMu?". Sementara teman sebaya sang violet saling berbisik "dasar tak tau diuntung, durjana, mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi" mereka mencibir.
Ibu bumi mendengar keluh kesah sang Violet, Dia menghampiri violet yang sedih dan mengelus kepalanya. Kemudian terjadilah peristiwa itu. Sang Violet yang merayap, merambat seketika tegak berdiri dan menjadi mawar.
Tak lama langit mendung seperti mau ambrug, petir menggelegar menyambar. Badai pun datang. Dan robohlah sang violet oleh badai. Dia sekarat...., Teman-teman mengoloknya "itulah akibat engkau tak mensyukuri apa yang di beri". kemudian sang violet berkata lirih menjelang ajalnya. "aku rela meski harus roboh oleh badai, dan ini lah diriku sang violet yang telah mampu menggapai langit-langit ke-agungan Nya sebagai mawar meski hanya sekejap...

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home